Kekurangan Dekat dengan Kesempurnaan “Pendidikan adalah hak semua Warga Negara Indonesia’’

Warta Peristiwa – Di persimpangan alun-alun kota Sintang, tepat dibelakang terminal komplek akcaya II tersimpan seribu jendela ilmu yang terang benderang dari sudut gedung yang tak ternilai bagi masyarakat tapi sangat bermanfaat bagi mereka. Banyak kelebihan yang tak terlihat oleh  lensa mata namun ditutupi kekurangan.  siapa sangka gedung inilah yang menjadi jabatan para cita-cita.

Puluhan siswa berdatangan kegedung seperti yang tak bermakna namun tertera jelas di kehidupan dengan harapan kekurangan menjadi tumpuan kesuksesan yang sempurna. Kini mereka bukan lagi berada ditengah-tengah kerumunan orang yang tak merasa iba duduk menyendiri bahkan tak sedikit pun bisa mengerti tetapi di gedung inilah mereka dapat mengenal dirinya sendiri walaupun otaknya tidak kesampaian.

Di sudut gedung tampak seorang wanita separuh baya dengan usia sekitar 31 tahun dengan rambut terurai dan mata bersinar tampak sedang memandangi siswa/ siswinya yang sedang duduk rapi di emparan kelas serta berdiri berjejeran  di dinding bercat kuning, sisiwa-siswinya menunggu jemputan dari keluarga. Fransiska S.Pd merupakan salah satu guru prempuan di SDLB Negeri Sintang yang merupakan alumni STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan Pertama yang mengabdi dari Tahun 2004 hingga pada saat ini  dan sekarang sudah menjadi PNS.

Fransisika S.Pd Mengatakan,  “ SDLB Negeri No.25 Sintang memiliki 32 siswa/i yang mempunyai keterbatasan mental yang berbeda yang tidak bisa di tebak kestabilan emosi namun kesabaran menjadi kunci untuk mengontrol dan membina muridnya”. Dengan beragam kemampuan dan potensi yang dimiliki ke-5 guru mejadi kekuatan disekolah ini dibantu dengan Metode yang Guru terapkan sesuai dengan keterbatasan yang mereka miliki namun sejauh ini metode yang digunkan lebih ke metode gambar. Usia dan kekurangan bukan menjadi alasan untuk menjauh dari pendidikan karena sebenarnya kekurangan itulah yang mampu menciptakan kesuksesan yang sempurna.  Terbukti di sekolah SDLB Negeri NO 25 Sintang ada yang berusia 20-an, dan  kekurangan akan disulap menjadi kesempurnan. namun perbedaan penyakit menjadi sekat diantara mereka anak-anak yang memilki keterbatasan yang sama digabung menjadi satu kelas.’’

Melihat kenyataan bahwa pendidikan merupakan salah satu hal yang penting, maka setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan  dan merasakan pendidikan. Seperti yang tertuang dalam UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang diselenggarakan tidak membedakan jenis kelamin, suku, ras, kedudukan sosial dan tingkat kemampuan Tidak terkecuali juga para penyandang cacat. Khusus bagi para penyandang cacat disebutkan pula dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 pasal 5 ayat 2 bahwa warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan khusus yang dimaksud adalah pendidikan luar biasa, dimana setiap kebutuhan khusus tersebut akan memperoleh pelayanan khusus yang sesuai dengan kemampuan, karakteristik , dan kebutuhannya.

Sekolah-sekolah khusus yang telah ada dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kondisi anak antara lain sekolah khusus tunanetra untuk anak tunanetra (SLB A), sekolah khusus tunarungu wicara untuk anak tunarungu wicara (SLB B), sekolah khusus tunagrahita untuk anak tunagrahita (SLB C), sekolah khusus tunadaksa untuk anak tunadaksa (SLB D), sekolah khusus tunalaras untuk anak tunalaras (SLB E), sekolah khusus autis untuk anak autis, dan sekolah khusus untuk berbagai jenis kebutuhan khusus yang dapat dimasuki oleh berbagai jenis kebutuhan khusus (SLB). Semoga anak-anak yang spesial ini selalu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia, kususnya yang ada di Sintang bumi Senentang.  (Pinalia & Pungli Alitopan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *