KKG SD NEGERI 06 SUNGAI SAMBANG DAPATKAN SEMINAR

 

1479692492729

Warta Peristiwa – Sebanyak 47 orang guru, 12 orang mahasiswa dan 2 orang dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang mengikuti “SEMINAR PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU, PENDEKATAN SAINSTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK” di Sulang Betung Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Yang mana nara sumbernya langsung dari dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang yaitu Dwi Cahyadi Wibowo M.Pd dan Didin Syafruddin S.P, M.Si. Pelaksanaan seminar dilaksanakan di Sulang Betung, pada hari Senin tanggal 21 November 2016 di SDN 35 Sulang Betung Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Peserta seminar diikuti oleh 47 orang guru dari 7 SD yaitu SDN 35 Sulang Betung, SD 05 Boti, SD 06 Sungai Sambang, SD 23 Sungai Agung, SD 24 Bontin, SD 26 Mondi, dan SD 38 Tapang Birah. Seminar dihadiri oleh Pengawas SD serta Pengawas Cabang Dinas Kabupaten sekadau. Litang. S.Ag Sebagai kepala Sekolah Penyelenggara mengatakan bahwa “seminar yang dilaksanakan ini merupakan kali pertama terjadi di SD Sulang Betung, kami berharap mendapat pengetahuan yang lebih”. Menurut dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Didin Syafruddin mengatakan bahwa pelaksanaan seminar ini mengacu kepada Tri dharma Perguruan tinggi yang tidak terlepas dari pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya seminar tersebut, pengabdian kepada masyarakat akan lebih terlihat secara nyata bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi telah terlaksanakan. Pengawas cabang SD mengatakan bahwa “seminar seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Sekadau Hulu khususnya Sulang Betung”. Selain pengawas SD, ketua koordinator SD juga mengatakan bahwa “seminar ini menjadi ilmu pengetahuan yang baru didapat dan pengalaman yang baru serta menjadi harapan yang baik untuk ke depannya bagi guru”. Pelaksanaan seminar ini dilakukan dengan alasan bahwa sekolah-sekolah yang tergabung dengan SD 06 Sungai Sambang belum melaksanakan pembelajaran Tematik terpadu. Menurut Nara Sumber, Dwi cahyadi Wibowo, M.Pd mengatakan bahwa pembelajaran tematik terpadu ini mengacu kepada keaktifan siswa di dalam kelas dalam proses belajar mengajar. Yang mana, semua siswa ikut berperan aktif dalam pembelajaran agar pembelajaran tersebut lebih bermakna. Selain itu, pembelajaran tematik memberikan dan memperkenalkan pembelajaran lebih konkret dan nyata sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dimana semua siswa akan menjadi pusat terjadinya proses belajar mengajar serta guru hanya menjadi motivator dan fasilitator. Selain menyampaikan tentang tematik terpadu, beliau juga memberikan langkah-langkah pelaksanaan pendekatan saintifik yaitu mengamati, bertanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring. Pembelajaran menggunakan saintifik ini akan membuat para siswa lebih kreatif, inovatif, aktif dan produktif. Hal ini disampaikan mengingat pembelajaran saintifik dan tematik terpadu belum dilaksanakan di sekolah-sekolah tertentu karena pelaksanakaannya memerlukan media dan alat peraga yang menunjang. Kemudian, dwi juga membahas tentang penilaian autentik yang biasa dilaksanakan untuk penilaian di sekolah. Penilaian autentik ini menyangkut tiga penilaian yang penting dilaksanakan oleh guru yaitu penilaian pengetahuan, penilaian sikap, dan penilaian keterampilan. Untuk Penilaian pengetahuan dapat dinilai dengan memberikan tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Penilaian sikap dapat dinilai ketika proses pembelajaran berlangsung melihat keaktifan siswa di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan penilaian keterampilan dapat dinilai dengan tes perbuatan pungkasnya. (Sudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *