PENGHASILAN SUPIR ANGKOT YANG TIDAK MENCUKUPI KEBUTUHAN

Warta Peristiwa – Pada hari sabtu, 8 oktober 2016 tim kami sedang melakukan survei mengenai penghasilan supir angkot yang ada di kota Sintang tepatnya di Sungai Durian dalam melakukan survei ada kendala yang kami rasakan. “para pekerja (becak) yang ada di Terminal Sungai Durian menolak untuk diwawancarai mereka seperti ketakutan dan bilang tidak ada waktu untuk melakukan wawancara bersama kami, ujar Neni” salah satu tim survei. Alhasil kami menemukan pemuda yang lagi duduk sambil memegang rokok di Terminal Sungai Durian, terus kami langsung menghampiri pemuda tersebut dan bertanya kepadanya, ternyata dia supir angkot yang sedang beristirahat.

Menurut Asep Sujana umur 33 tahun tinggal di Masuka, adalah salah satu supir angkot yang bekerja selama 10 tahun tidak puas dengan penghasilan yang selama ini ia dapatkan, menurut Asep penghasilan yang ia dapatkan perharinya bekisar Rp 16.000 – Rp 75.000  tidak cukup untuk kebutuhan keluarganya sedangkan Asep memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan yang Satunya masih Balita. Asep sendiri mengaku bahwa penghasilannya tidak cukup untuk membiayai keluarganya, sementara kebutuhan yang Ia perlukan lebih besar dari gaji Dia sebagai supir angkot.

Sebelum Asep bekerja sebagai supir angkot Ia sebelumnya pernah usaha jualan Es keliling selama satu tahun dan hasil dari jualan Es tersebut Asep mendapatkan penghasilan yang bisa dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan tetapi Ia tidak mampu untuk melanjutkan usaha Es keliling miliknya. Alasan karena jarak yang ditempuh dari rumah ke pasar sekitar 2 kilometer untuk mendapatkan penghasilan yang cukup. Sehingga Asep berfikiran untuk berhenti dari usaha Es keliling dan berganti menjadi supir angkot “menurut Asep menjadi  supir angkot memang tidak berpenghasilan lebih untuk mencukupi kebutuhan keluarga akan tetapi Asep mengaku menjadi supir angkot tidak terlalu berat kerjanya dari pada jualan Es keliling” yang setiap harus didorong gerobaknya maka dari itu, Asep memilih bertahan sampai sekarang untuk menjadi supir angkot. (Fitri Yanti, Masriani Neni, dan Hasanah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *