Tiga Ratus Mahasiswa Katolik Menghadiri Expo Panggilan

Tiga Ratus Mahasiswa Katolik Menghadiri Expo Panggilan

Tiga ratus lebih mahasiswa katolik dari tujuh program studi di STKIP Persada Khatulistiwa hadir dalam expo panggilan di Gedung Auditorium STKIP Persada Khatulistiwa pada hari Sabtu 23 September 2017. Expo Panggilan merupakan kegiatan pengenalan cara hidup selibat atau hidup membiara dengan menghadirkan para romo dan suster untuk membagikan pengalaman hidupnya sebagai imam atau suster. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UKM Kerohanian KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) STKIP Persada Khatulistiwa. Kegiatan tersebut bertema “Here I Am Lord, Send Me”.

Kalimantan Barat adalah salah satu wilayah dengan jumlah umat Katolik terbanyak. Jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah pelayan imam maupun suster. Karena itu, “promosi panggilan perlu terus menerus digalakkan” kata Brigita selaku ketua Panitia Expo Panggilan. Promosi panggilan kepada para calon guru amat penting. Para guru bisa menjadi perpanjangan tangan kaum religius untuk mempromosikan panggilan kepada kaum muda. Hal ini ditegaskan oleh Ketua STKIP Persada Khatulistiwa, Bapak Drs. Rafael Suban Beding, M.Si. Namun sebelum mereka mempromosikan panggilan hidup religius kepada para peserta didik, mereka perlu mendapat pengetahuan dan pengenalan tentang hidup religius. Sehubungan dengan itu, Bapak Andreas Sangu, S.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa/i STKIP Persada Khatulistiwa Sintang mengenai hidup selibat atau hidup sebagai imam maupun biarawan/biarawati. “Harapannya ada diantara mahasiswa kita yang terpanggil menjadi pastor atau suster. Atau kalau tidak, mereka bisa mempromosikan kepada keluarga atau para siswa yang mereka ajar.” Ujar Bapak Dr. Drs. Y.A.T Lukman Riberu, M. Si., dalam kata sambutannya.

Ada tiga imam dan enam suster yang hadir membagikan pengalaman panggilannya maupun memberikan pengenalan singkat tentang tarekat/konggregasinya. Tiga imam itu adalah Rm. Pranoto, Pr., imam Keuskupan Sintang, Rm. Supri, CM dari Kongregasi Misi dan Rm. Gatot, SMM dari Serikat Maria Montfortan. Sementara itu para suster yang hadir yakni Sr. Albina, PRR dan Sr. Adriana, PRR, Sr. Pipit, SdC dan Sr. Kristina, SdC, Sr. Rosa, CP, dan salah satu suster dari kongregasi OSA. Masing-masing romo dan suster mendapat kesempatan lima belas menit untuk menyampaikan pengalaman panggilannya maupun sejarah dan perutusan tarekatnya.

Kegiatan yang direncanakan mulai jam 18.00 ini sempat tertunda dua puluh menit karena listrik PLN padam. Meski demikian acara tersebut tetap berjalan dengan lancar. Para mahasiswa sangat antusias mendengarkan kisah hidup selibat atau hidup membiara para romo dan suster. Kegiatan expo panggilan selesai pada pukul 21. 30 WIB. Hujan lebat membuat para peserta tidak langsung kembali ke rumah masing-masing. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh beberapa mahasiswa untuk berfoto bersama para suster maupun romo serta menggali informasi lebih jauh tentang sejarah dan perutusan tarekat-tarekat religius para romo dan suster yang mereka temui.

(Fabiana Yane)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *