Kisah Penempa,  Kaca, dan Sutera

 

Kisah Penempa,  Kaca, dan Sutera

Ketika besi terbaring bujur dan tenang, aroma besi tercium karena tertimpa bara arang

Bara arang yang terlentang, menjulang pandang

Penempa mencoba menerjang, menendang, menjauhkan pandang, bahkan memutarkan belakang.

Mata telanjang sangat menentang aroma sepasang bara arang

Saat  bahagia meronta karena pelangi berwarna terang

Saat penempa berkaca memandang bayang sepasang bara arang

Aroma sang tinta mulai memisah tanpa suara karena rahang terikat kencang.

Saat selimut sutera datang, pantulan cahaya  tak terlihat karena terselimuti tenang.

Ketika penempa memutar kaca yang diselimuti sutera

Penempa  mencoba mencari celah cahaya dari sudut kaca

Namun sutera yang menyelimuti kaca terlalu menyala

Membuat dunia penempa dan kaca buta warna

Kemana penempa memutar kaca ?

Kemana ?

Kemana agar sutera tidak menghalangi cahaya kaca ?

Agar wajah penempa dan kaca mulai terlihat dan kembali ada.

Kemana penempa memutarnya ? Agar wajah sepasang arang hilang seketika

Agar kisah cinta sejati yang telah usai kemabali memutar album lama

Agar penempa dan kaca bahagia, agar penempa dan sutera bahagia

Penempa kaca bimbang mencelupkan tempaanya.

Kaca ?

Sutera ?

Dua benda yang sama-sama berharga !

Penempa  mengharapkan kebahagia nyata terlihat oleh mata.

Walau harus kehilangan salah satu, dari benda berharganya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *