Misa Pemberkatan Gedung Baru Bernama ” H. A. Edi Riberu,S.Pd, M.Si” Di Kampus BiruSTKIP Persada Khatulisiwa Sintang

Perayaan  ulang tahun Persekolahan Nusantara Indah Sintang yang ke 32 tahun dan STKIP Persada Khatulistiwa Sintang yang ke 12 tahun yang diselenggarakan di kampus STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, dalam rangka merayakan itu, maka Persekolahan Nusantara Indah Sintang dan STKIP Persada Khatulistiwa Sintang mengadakan berbagai kegiatan,  baik itu dalam bidang olahraga, sains dan teknologi, seminar, bakti sosial, dan kegiatan keagamaan. STKIP Persada Khatulistiwa sintang dalam usianya yang ke 12 tahun ini telah menunjukan kemajuan yang sangat pesat, dan dalam usianya yang ke 12 tahun STKIP Persada Khatulistiwa Sintang juga berhasil membangun sebuah gedung baru, yang diberi nama H.A. Edi Riberu, S.Pd ,M.Si.  Gedung bertingkat tiga ini digunakan sebagai auditorium, dan juga digunakan sebagai ruangan Prodi Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Guru Paud.

Hari ini, tepatnya pada tanggal 27 Oktober 2017, telah dilaksanakan misa pemberkatan gedung baru ini yang dipimpin lansung oleh Yang Mulia Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM,Cap.  Misa berjalan dengan hikmad dan khusuk. Misa dimulai pada pukul 07:45 WIB ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Katolik STKIP Persada Khatulistiwa Sintang dan seluruh siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK persekolahan Nusantara Indah Sintang. Misa berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan berlangsung secara aman dan tertib.

Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM, Cap dalam khotbahnya mengatakan, bahwa ilmu pendidikan dan teknologi adalah hal yang penting dan sangat bermanfaat, akan tetapi semua itu belum tentu mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Karena ilmu pendidikan dan teknologi itu ibarat air dalam pesta pernikahan di Kana, air tersebut tidak akan membuat orang bahagia, akan tetapi Tuhan Yesus mengubah air itu menjadi anggur, sehingga orang-orang bisa melanjutkan pesta tersebut dengan perasaan bahagia, maka dari itu kita perlu Tuhan untuk membuat apa yang kita pelajari lebih bermanfaat bagi kita dan bagi sesama , sehingga kita juga beroleh kebahagiaan dalam hidup kita, karena kita hidup tanpa Tuhan itu ibarat darah dan daging tanpa jiwa, itu menunjukan bahwa kita ini sama seperti boneka dan robot, maka dari itu campur tangan Tuhan sangat penting dalam hidup kita. Bapa Uskup juga mengatakan bahwa kita harus menjadi orang yang berkarakter, dan bukan hanya memilki kemampuan, serta harus menjadi orang katolik yang beriman, karena imanlah yang akan mendekatkan kita pda Tuhan. Iman, pengharapan dan Kasih adalah landasan kita sebagai umat katolik. (Oktovianus Mahendra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *