Mengundurkan Diri Demi Hidup yang Berkualitas

Orang Muda Katolik (OMK) adalah harapan Bangsa dan Gereja. Untuk mewujudkan harapan ini, para orang muda perlu terus menerus mengisi diri. Tidak hanya dengan pengetahuan dan teknologi yang menjadi trend dunia sekarang, tetapi juga dengan hal-hal rohani atau spiritual. Untuk itu, selain kegiatan-kegiatan akademis maupun pelatihan keterampilan, para mahasiswa perlu mengikuti kegiatan-kegiatan penguatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa (IMTAQ). Untuk tujuan ini, Keluarga Mahasiswa Katolik STKIP Persada Khatulistiwa memprogramkan salah satu kegiatan IMTAQ yaitu retret.

Retret berarti mengundurkan diri untuk melakukan refleksi dan mengisi diri dengan hal-hal rohani melalui permenungan, sharing pengalaman dan ceramah pengetahuan iman. Seperti tahun-tahun sebelumnya, retret tahun akademik 2017/2018 pun diprogramkan untuk semua angkatan. Pada tanggl 6 sampai 8 Oktober, bertempat di rumah retret Temenggung Tukung, 81 mahasiswa semester 1 mengikuti kegiatan retret yang dibimbing oleh Bapak Andreas Sangu S.Ag., dan Bapak Gabriel Serani, S.S., M.Hum.

Retret kali ini mengambil tema, “Menjadi Pribadi Berkualitas”. Adapun tujuan retret ini sebagaimana diungkapkan Bapak Andreas Sangu adalah “agar Orang Muda Katolik yang menyandang predikat mahasiswa ini memiliki pribadi yang berkualitas sehingga kelak mampu membina masyarakat umum menjadi warga bangsa yang berkualitas dan umat katolik yang berguna bagi masyarakat dan Gereja Katolik.”

Selama retret, peserta berproses mengikuti alur enam tema yakni  Awalilah Pekerjaan Anda dengan Penuh Cinta, Buatlah Rencana Tuhan Tercapai, Ciptakanlah Hidup yang Lebih Berarti, Dengan Tetap Menjaga Kualitas Hidupmu, Fokuslah pada Kompetensi/Kekuatanmu, Giat Memperbaiki Diri. Alur tema-tema ini mengarahkan para peserta kepada puncak retret yakni pembaharuan diri yang dilaksanakan secara simbolis dalam ibadat tobat serta design rencana tumbuh serta misa perutusan pada akhir retret yang dipimpin oleh Rm. Markus, SMM.

Tidak hanya olah rohani. Para peserta juga diberi kesempatan untuk olah jasmani melalui senam bersama pada pagi hari serta membangun jaringan dan kerja sama tim dalam permainan-permaian outbound. Hampir semua peserta mengaku menikmati suasana retret. Mereka juga berharap dapat mewujudkan rencana tumbuh yang dirancang dalam retret ini. Terutama, mereka berharap bisa mewujudkan harapan orang tua dan keluarganya agar bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan terhindar dari pergaulan tidak sehat yang merugikan dirinya sendiri maupun keluarga yang mendukungnya (AS&GS).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *