Asal Usul Festival Duan Wu

Festival Duan Wu merupakan salah satu tradisi masyarakat Tionghoa yakni dengan mencicipi Bakcang (sejenis olahan yang terbuat dari beras ketan dengan lauknya daging dan kacang-kacangan). Festival ini biasanya dilakukan pada Setiap Tanggal 5 bulan 5 penanggalan kalender Imlek(tahun ini jatuh pada tanggal 18 juni) serta berenang bersama keluarga di sekitar aliran sungai sebagai tanda membersihkan diri dari perbuatan buruk serta membawa jiwa yang baru dan rasa kekeluargaan. Festival ini dilakukan pada jam 12 sampai jam 1 siang.

Akan tetapi bagaimana dengan asal usul perayaan tersebut?

Menurut Buku Sejarah “Shi Ji” biografi Qu Yuan ”Qu Yuan Jia Sheng Lie Zhuan]”, Qu Yuan adalah seorang Menteri dan juga seorang Sastrawan Kerajaan Chu pada zaman Chun Qiu Raja Chu saat itu adalah Chu Huai Wang. Qu Yuan menganjurkan beberapa pandangan Politiknya seperti memperkuat Militer Kerajaan, Memperkuat Ekonomi Kerajaan, Menggunakan Orang-orang terpelajar dan bijak serta bersekutu dengan Kerajaan Qi untuk melawan Kerajaan Qin. Tetapi anjuran-anjuran tersebut semuanya ditantang oleh kaum bangsawan. Qu Yuan kemudian diberhentikan dari Jabatan kementeriannya dan diusir keluar dari Ibukota Kerajaan Chu tersebut serta diasingkan ke daerah Yuan dan daerah Xiang. Di Pengasingannya tersebut, Qu Yuan menuliskan beberapa karya Puisi yang  menunjukkan kekhawatirannya kepada Negara dan Rakyatnya. Puisi-puisi yang sangat berpengaruh tersebut diantaranya adalah “Li Sau”, Tian Wen” dan “Jiu Ge ”. Pada Tahun 278 Sebelum Masehi, Pasukan Militer Kerajaan Qin berhasil menguasai Ibukota Kerajaan Chu. Qu Yuan merasa sangat sedih, hatinya bagaikan ditusuk oleh ribuan pedang. Tapi Qu Yuan tetap saja tidak mau meninggalkan Negeri tercintanya ini sehingga pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Kalender Imlek, Qu Yuan menuliskan Karya Puisi terakhirnya yang berjudul “Huai Sha “kemudian dengan memeluk sebuah batu besar, Qu Yuan melompat ke dalam Sungai “Mi Luo ”. Qu Yuan mengorbankan dirinya demi Kesetiaan dan kecintaannya terhadap negerinya, Negara Chu.

Karena Qu Yuan juga merupakan Sastrawan yang berjasa, maka Festival Duan Wu juga disebut dengan Shi Ren Jie  yaitu hari Sastrawan  Puisi.

Mendengar tentang kematian Qu Yuan, Rakyat Kerajaan Chu berbondong-bondong menuju ke Sungai Mi Luo dengan tujuan untuk dapat menyelamatkan Mayat Qu Yuan agar tidak dimakan oleh ikan-ikan atau binatang sungai lainnya. Banyak diantara mereka yang menggunakan Perahu untuk mencari Mayat Qu Yuan. Terdapat seorang Nelayan yang kemudian melemparkan nasi, telur ayam dan makanan lainnya ke dalam sungai agar Ikan, Udang dan binatang sungai lainnya tidak memakan mayatnya Qu Yuan. Karena mendengar penjelasan dari Nelayan tersebut, Rakyat Kerajaan Chu kemudian ramai-ramai menirunya dengan melemparkan Makanan-makanan tersebut ke dalam sungai.

Seorang tabib (dokter) tua juga menuangkan sejumlah minuman beralkohol ke dalam sungai dengan tujuan untuk memabukkan binatang-binatang sungai agar tidak memakan mayat Qu Yuan. Kemudian juga ada yang membungkus nasi-nasi tersebut dengan daun dan mengikatnya dengan benang berwarna sehingga dalam perkembangannya hingga kini menjadi makanan Bak Cang seperti yang kita kenal sekarang.

Tujuan dari festival tersebut adalah menjaga kesetiaan baik dikeluarga maupun dimasyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *