Cinta beda profesi

Rendy (27 tahun) dan Ariana (23 tahun) adalah sepasang suami istri yang sudah menikah selama kurang lebih satu tahun Sembilan bulan. Rendy adalah salah satu pegawai bank yang ada di Jakarta sedangkan Ariana adalah dosen di salah satu perguruan tinggi yang ada di Jakarta.

Selama 12 bulan pernikahan mereka jalani semuanya berjalan mulus meskipin ada beberapa masalah kecil yang biasa dialami pasangan suami istri dan itu dapat mereka selesaikan dengan baik. Setelah 17 bulan mereka bersama permasalahan muncul ketika Rendy mempermasalahkan Ariana yang tidak mengurusi rumah tangga mereka selayak seorang ibu, Ariana pun tidak mau disalahkan oleh suaminya karena dia sudah bekerja bahkan saat pertama mereka berkenalan.  Hubungan pernikahan semakin dingin bahkan keduanya sibuk mengurusi pekerjaan masing-masing sehingga tidak banyak waktu untuk bersama.

Hari sabtu adalah hari libur untuk para pegawai di kota Jakarta, sehingga mereka dapat berkumpul bersama keluarga di rumah. Pagi itu Rendy tidak sengaja mendengar percakapan Ariana dengan ibunya di ruangan depan sambil menangis di pelukan ibunya Ariana berbincang bahwa dia ingin mengajukan perceraian dengan Rendy karena dia tidak mampu bertahan bersama orang yang tidak bisa mengerti keadaan dirinya. Mendengar hal itu Rendy sangat terkejut dan dia berpikir harus melakukan sesuatu untuk tetap mempertahankan pernikahannya dengan Ariana.

Hari-hari mereka jalani dengan hati tidak tenang bahkan apa yang mereka lakukan serasa tidak ada yang benar. Bahkan disaat bersama keduanya hanya saling diam sehingga keadaan rumah mereka semakin tidak kondusif. Hari ulang tahun Ariana akan tiba satu minggu lagi dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan sedangkan teman-teman kerjanya menagih untuk makan malam bersama di rumahnya. Beban Ariana semakin bertambah dia tidak ingin memberitahukan kepada suaminya karena gengsi terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Ketika di kantor Ariana hanya merespon sangat senang kepada tagihan teman kerjanya dan dia menjanjikan semuanya harus datang ke rumahnya satu minggu ke depan.

Rabu sore Arina mendapat telefon dari suaminya, dia mendengar suara sangat lemas dan terengah-engah seperti sedang di kejar anjing dia meminta Ariana segera pulang Ariana pun mengikuti permintaan suaminya. Setelah samapi di rumah Ariana melihat rumah mereka sangat sepi bahkan bibi Onyah pembantu rumah tangga mereka pun tidak ada. Arina melihat ke setiap ruangan tapi tidak seorangpun dia jumpai akhirnya dia pergi ke taman belakang, Ariana sangat terkejut melihat hiasan lampu-lampu dan bunga-bunga yang tersusun indah dan rapi serta hidangan makan malam yang sangat romantic. Kemudian tiba-tiba Rendi muncum di depan Arina sambil berlutut menyodorkan cincin nikah mereka yang sudah dilepas sejak permasalahan yang mereka alami. Arina menangis sambil memeluk suaminya keduanya saling menangis menyesali keegoisan selama ini dan merasa sebuah permasalahan tidak ada artinya dibandingkan pernikahan yang sudah mereka bina selama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *