KASMARAN

KASMARAN

By Novita

Kali pertama aku bertemu

Aku memandang pelangi seakan terbentuk

Saat mataku terbuka seakan tak mampu berkedip

Aku terpesona dan menjadi kaku

Hatiku bergelora

Tak satu pun yang mampu mendengarnya

 

Jiwaku bagai api yang akan membakar habis rumah tetangga

Semua inderaku tak bekerja semestinya

Tingkahku seolah-olah tak punya kaidahnya

Pikiran dan batinku hampir tak berdaya

 

Hai.. kamu…. kali pertama membuatku berasmara

Aku bukan memandang mu sebelah mata

Aku melihatnya bagai mawar merah merona

Aku memegangnya bagai hembusan nafas yang ceria

Aku mengakuinya sebagai bunga yang tak layu kala senja

Walau harapanku sulit dipercaya

Jejak dan langkah aku korbankan semua

Jangan menganggap aku tiada guna

Tapi izinkan aku menjadi sebagian dari jiwa

Meski pada akhirnya aku tahu bungaku akan layu

Dan tak tahu kapan akan bermekar dan bercahaya

Meski aku tahu aku bukanlah jiwa yang lepas dari bahagiamu

Meski aku tahu aku hanya debu yang akan memar dengan cahaya

Yang akan habis diterkam dari jauh dan diinjak orang wisata

Aku akan bertahan meski jiwaku hangus akan cinta

Aku akan berjuang untuk mencintaimu

Dari sepenuh hatiku

Hati yang sudah rapuh namun takkan padam dalam gelapnya

Dan hanya harapanku yang kutaruh

Untuk kebahagiaanmu selalu

Hai…. kasmaranku dari jauh

Aku memilikimu saat aku tempuh setiap masa-masa disana

Ingat, aku tahu bahagia itu adalah milikmu

Tapi izinkan aku untuk jadi apa itu bahagiamu

Ikuti setiap jenuhnya air mataku untuk kali pertama ini

Lihatlah aku

Pandanglah aku

Tataplah mata berbinar ini

Bagai mentari yang tak akan habis bersinar dan tawa yang ada untukmu

Dengarlah kasmaranku

Aku memilihmu untuk jadi bintang-bintang dimalam ini

Aku memilihmu untuk jadi mata hatiku yang gelap ini

Dan air baru saat aku tak mampu kehausan

Dengarlah bersama kata hati ini

Tertuju padamu

Pada waktu yang bersamaan akan bermekar dan berlindung bersama teriknya matahari dan tak akan layu dari nya

Ikutilah aku hai… kasmaran

Percayalah bahwa aku punya warna yang mampu membuatmu ceria

Percayalah juga

Aku akan bertahan dalam sejukmu dan hangatmu

Kasmaranku tertinggal bersamamu

Ingat selalu

saat ini kau akan bahagia dalam dekapku

bersama terangnya malam dengan bintang diatasmu

Lihatlah

Kau akan nyaman dan berkata “bahagianya”

Dan kau akan sadar aku datang tidak untuk meninggalkanmu disini

Tetapi kembali saat kau memintaku kesini

Kenanglah

Jika saat ini kau tak punya ponsel untuk memotretku

Jauh dari matamu

Jika tidak, kau menerimanya dalam hati yang manis

Ucapan selamat malam dalam jiwaku kepadamu

Kasmaranku tak kan beranjak

Tenanglah

Ia hanya bertahan sejenak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *