Waktu

Waktu

Musim lelah bagaiĀ  hembusan uap

Tahun berganti bagai tiupan angin

Bulan berkata bagai pencerita

Minggu bercerita bagai penyair

Hari merenung bagai tuna asmara

 

Jam berlalu bagai awan menghilang

Menit menitik bagai tanda-tanda

Detik berdenting bagai kicauan

 

Sejauh ku melangkah tak mampu ku sampai

Sejauh ku berenang tak mampu ku tenggelam

Sejauh ku menggali tak mampu ku temukan

Dengan ini kau sungguh berharga

ku tak ingin kau ditelan senja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *