Rafael Suban Beding: “Perbedaan adalah Anugrah yang Menghidupkan Satu sama Lain”

Rafael, “Didalam kehidupan dipandang dari sudut etika dan perbedaan adalah anugrah yang menghidupakan satu sama lain.” tutur Rafael didalam kata sambutanya pada kuliah umum yang digelar pada 19/09/2018 dihadapan ratusan mahasiawa kampus STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Keberadaan 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara sering kali mendapat ancaman dari sekelompok orang yang secara implisit merogoh semboyan kebhenikaan pemersatu bangsa dan keinginannya untuk mengantikan Pancasila dan juga impian mareka untuk mengubah NKRI dengan paham radikalisme yang telah meracuni logikanya. Fakta ini menelatarbelakangi Rafael membeberkan rasa perihatin dan kekhawatirannya terthadap paham tersebut. Rafael sangat menyayangkan banyak sekali kejadian yang tentunya sangat meresahkan tanah air Pertiwi terkait isu dan paham radikalisme ini.

Rafael juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap generasi penerus secara khusus keberadaan para mahasiswa yang seharus menjadi Agent of Change yang justru menjadi budak paham radikalisme dan merusak keutuhan bangsanya sendiri. Ini akan sangat merugikan masa depan bangsa mengigat  mahasiswa juga bagaian dari perintis harapan yang gemilang dan pembawa kesejahteraan bagi masyarakat.  Mahasiawa sering kali menjadi sasaran utama paham radikal karena mareka adalah orang-orang yang haus akan sejuta perubahan  dan keingginannya untuki melihat, merasakan hal-hal baru yang mungkin menurutnya sesuai dengan harapan yang sesungguhnya. Fakta ini tentu menjadfi sorotan khusus bagi negara.

Rafeal menuturkan salah satu bukti hidupnya paham radiakalisme di NKRI ialah  adanya gerakan 27 maret 2016 Bogor  yang diikuti oleh 1.500 mahasiswa dari 242 peguruan tinggi diseluruh Indonesia, tercatat hampir 36% peguruan tinggi di Indonesia  diracuni oleh paham radikalisme ini. Pada tahun 2017 silam semua pimpinan perguruan tingi seluruh Indonesia termasuk juga sekolah tinggi keguruan Persada Khatulistiwa Sintang  menghadari undang pertemuan yang terkait dengan paham radikalisme yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowidodo yang bertempat di Pari. Rafael sabagai pimpinana kampus biru STKIP Sintang dengan nama lengkap Drs. Rafael Suban Beding, M.Si dengan tegas menolak paham yang sangat tidak layak bagi keutuhan bangsa dan keberadaan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *