Toni Anasius: Desa Nanga Bugau menerima ADD Terbesar dari 29 Desa di Ketungau Hulu 2019-2020

Toni Anasius adalah seorang Kepala Desa di Desa Nanga Bugau. Desa yang terletak didaerah pendalaman Ketungau Hulu. Peria kelahiran 11 Oktober 1973 Kedangran ini adalah putra kedua dari Almarhum Aleksander Linsa dan Ibu Fitronila Riah. Toni merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Toni memiliki seorang istri yang bernama Magdalena Rupa dikarunia lima orang putra, satu orang putri dan satu orang cucu pertamanya.
Toni Anasius menempuh pendidikan SD dikampungnya sendiri yaitu di SDN 14 Kedang Ran, Desa Nangga Bugau, kacematan Ketunggau Hulu. Setelah lulus SD Toni melanjutkan pendidkan di SMPN 01 Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, karena didesanya tidak terdapat SMP maupun SMA. Toni berhasil menyelsaikan pendidikaan SMA di SMAN 01 Sanggau di Kabupaten Sanggau pada tahun 1996.
Pada tahun 2009 Toni terpilih menjadi Kepala Desa pertama di Desa Nanga Bugau dengan periode 2009 sampai dengan 2014. Pada periode tersebut Toni berhasil menyediakan lapangan perkerjaan bagi masyarakat Desa Nanga Bugau dengan masuknya PT. Sawit MJM pada tahun 2009, PT. Sawit KSA 03 pada tahun 2010, dan pembangunan serana kesehatan yaitu Pukesmas Pembantu atau lebih dikenal dengan singkatan PUSTU pada tahun 2014. Toni terpilih kembali sebagai Kepala Desa atau Kades pada periode 2014-2020.
Pada periode 2014-2020, Toni berhasil membangun serana prasarana desa seperti jalan dan jemabatan. Pada masa jabatan itu pula Toni kembali menambah lapangan perkerjaan bagi masyarakat Desa Nanga Bugau yaitu dengan masuknya PT. Sawit SEP pada tahun 2016, dan PT. Sawit MNS pada tahun 2017.
Selama menjabat sebagi seorang nomor satu didesanya Toni selalu berusaha mengayomi masyarakat dengan berkerjasama. Hal tersebut terbukti dengan pembangun yang berhasil ia bangun di desanya, tidak hanya pembangunan Toni juga berhasil membentuk program-program kemasyarakat bahkan lingkungan. Dalam dua periode ini Toni berhasil meningkatkan sumber daya masyarakat lewat program yang telah ia sediakan selama masa jabatannya.
Toni Anasius menyediakan bantuan kepada masyarakat miskin lewat Program Keluarga Harapan atau PKH dan program Kartu Indonesia Pintar atau KIP untuk anak-anak sekolah di desanya. Didalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan guru di desa Nanga Bugau, Toni menyediakan program Kiat Guru yang bertujuan untuk meningkatkan layanan pendidikan di desa-desa terpencildengan melibatkan masyarakat untuk menilai kinera guru yang diluncurkan pada bulan Juli 206 di 203 sekolah dasar dan evaluasi damapak di 270 sekolah dasar di lima kabupataen tertinngal.
Dalam rangka mendukung kelastarian hutan dan lingkungan Toni mendukung program pencegahan perbakaran hutan dan lahan. Selaian itu, Toni bersahasil memasukan dua Danau di desanya yaitu Danau Aji dan Danau Gigi dalam konservasi nasional pada tahun 2019. Perlindungan danau ini bertujuan untuk menjaga kelastarian kawasan danau dari lahan sawit yang terdapat di desanya.
Dalam rangka meningkatakan sumber daya masyarakat pada masa jabatannya Toni juga membuka program Karang Taruna yang bertujuan membina dan memberdayakan para remaja baik dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, keterampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian.
Toni merupakan sosok yang teladan dia dikenal dengan sosok yang selalu menyediakan bantuan kepada orang lain baik dari segi materi maupun non materi. Sosok seperti ini memang telah tertanam sejak ia masih duduk dibangku sekolah hingga sekarang. Inilah yang menjadi alasan mengapa Toni berhasil menjabat selama dua periode sebagai Kepala Desa. Selain itu tujuan ia ingin menjadi seorang Kepala Desa ialah untuk membangun desanya sendiri dari ketertinggalan. Pada tahun 2019 hinga tahun 2020 berkat kerja keras Toni, desanya menerima dana desa dari pemerintah daerah terbesar dari dari 29 desa di Ketungau Hulu. Toni termasuk kategori kepala desa terbaik.

Toni Anasius, Moto: “ In Togheter To Be a Stronger”

Toni Anasius is a village head in the Nanga Bugau village. The village is located in the Ketungau Hulu as remove area in the West Kalimantan. The man of birth at Oktobers 11, 1973, Kedang Ran. He is a son of Aleksander Linsa (late) and Fitronela Riah. He is second son fron 8 siblings. He have a wife is Magdalena Rupa and blessed 6 children, in 5 of sons, 1 of daughter and 1 of grandchild.
Toni Anasius complated elementary school in his own village, namely SDN 14 Kedang Ran, Nangga Bugau Village, Ketunggau Hulu savings. After graduating from elementary school, Toni continued his education at SMPN 01 Ketungau Hulu, Sintang Regency, because there were no junior high or high schools in his village. Toni successfully completed high school education at Sanggau 01 High School in Sanggau District in 1996.
In the 2014-2020 period, Toni succeeded in building village infrastructure such as roads and bridges. During his tenure Toni again added jobs to the people of Nanga Bugau Village, namely the inclusion of PT. SEP Palm in 2016, and PT. MNS Palm in 2017.
During his time as number one in his village, Toni always tried to protect the community by collaborating. This is proven by the builders that he succeeded in building in his village, not only Toni’s development also succeeded in forming community programs and even the environment. In these two periods Toni succeeded in increasing community resources through the programs that she had provided during her tenure.
Toni Anasius provides assistance to the poor through the Program Keluarga Harapan (PKH) it program to support the low of a family from goverment and the Indonesia Smart Card or KIP (Katu Indonesia Pintar) program for school children in his village. In order to improve the quality of education and teachers in the village of Nanga Bugau, Toni provides a Teacher’s Tips program that aims to improve education services in remote villages by involving the community to assess teacher performance which was launched in July 206 in 203 primary schools and evaluation effect in 270 schools bases in five districts are left behind.
In order to support forest sustainability and the environment, Toni supports forest and land fire prevention programs. In addition, Toni managed to include two lakes in his village, namely Danau Aji and Danau Gigi in national conservation in 2019. Lake protection aims to preserve the lake area from oil palm land in his village.
In order to increase community resources during his tenure Toni also opened the Youth Organization program which aims to foster and empower youth in the fields of organization, economy, sports, skills, advocacy, religion and the arts.
Toni is an exemplary figure he is known for who always provides assistance to others both in material and non-material terms. This figure has indeed been embedded since he was in the school bench until now. This is the reason why Toni successfully served for two terms as Village Head. Besides that, the aim he wanted to become a village head was to build his own village from the backwardness. In 2019 – 2020 years because of Toni’s hard work, his village received village funds from the largest regional government out of 29 villages in Ketungau Hulu. Toni is in the category of the best village head.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *